Teknologi Nuklir

TEKNOLOGI NUKLIR DAPAT DIMANFAATKAN UNTUK KESEJAHTERAAN MANUSIA

Jakarta, 8/1/2010 (Kominfo-Newsroom) – Teknologi nuklir saat ini menjadi topik pembahasan yang menarik, bahkan banyak kalangan masyarakat menentang pengembangannya karena dipersepsikan sebagai bidang teknologi yang membahayakan.

“Padahal sesungguhnya pemanfaatan teknologi nuklir dapat menjangkau ke bidang yang luas untuk kesejahteraan manusia,” kata Menteri Negara Riset dan Teknologi Drs Suharna Surapranata, MT dalam seminar Iptek yang diselenggarakan Bidang Kajian Sains dan Teknologi  Majelis Ilmuwan Muslimah Internasional–Indonesia (MAAI) di Jakarta, Jumat (8/1).
Menurut Suharna dalam seminar bertemakan “Peranan Iptek dalam Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan” itu, diakuinya bahwa kata “nuklir” terdengar menyeramkan, padahal teknologi nuklir untuk reaktor merupakan teknologi yang paling aman, karena tidak ada polusi.
Pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan, katanya, di antaranya  dapat digunakan untuk diagnose dan terapi kanker. Bahkan ada ilmu kedokteran nuklir yang merupakan cabang ilmu kedokteran yang menggunakan sumber radiasi terbuka untuk mempelajari perubahan fisiologi, anatomi dan biokimia, sehingga dapat digunakan untuk tujuan diagnostik, terapi dan penelitian kedokteran.

“Dalam bidang pertanian, teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk memperoleh padi varietas unggul,” katanya.

Sedangkan di bidang hidrologi, katanya, dapat memecahkan berbagai masalah, misalnya dalam penentuan gerakan sedimen di pelabuhan dan daerah pantai, melacak zat pencemar, menentukan kebocoran dam/bendungan, menentukan arah gerakan air tanah, mengetahui hubungan antar-sumur-sumur minyak, menentukan debit air sungai, juga untuk studi geothermal dan teknik gauging.
Sementara itu terkait dengan manfaat dan mudarat bahan plastik yang semakin banyak digunakan masyarakat, Menneg Ristek mengemukakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tidak bisa lepas dari bahan plastik.
Plastik, katanya, merupakan material yang secara luas baru dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20. Penggunaan material plastik berkembang secara luar biasa dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an, dan 220 juta ton/tahun pada tahun 2005.

“Saat ini penggunaan plastik yang berlebihan telah menimbulkan permasalahan lingkungan, karena plastik merupakan bahan yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Penggunaan plastik yang tidak pada tempatnya akan menimbulkan masalah kesehatan,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, perkembangan teknologi polimer atau plastik belakangan ini diarahkan ke plastik ramah lingkungan dan biogradable. Dalam kehidupan sehari-hari, katanya, plastik banyak digunakan untuk bahan bangunan, transportasi dan pembungkus makanan.

Pemanfaatan plastik dalam bidang energi juga harus mendapatkan perhatian serius dari para ilmuwan setelah ditemukannya teknologi fuel cell. Fuel cell adalah perangkat elektrokimia yang mengkonversi bahan bakar langsung menjadi energi listrik secara berkesinambungan selama masih ada pasokan bahan bakar. (T.Gs/ysoel)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s